BPS juga mencatat sebagian besar masyarakat Lampung masih bekerja di sektor informal. Proporsinya bahkan meningkat menjadi 69,17 persen, sedangkan pekerja formal turun menjadi 30,83 persen.
Kenaikan tersebut terutama dipicu bertambahnya 62,73 ribu pekerja bebas di sektor pertanian.
Adapun sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja masih didominasi pertanian, perdagangan dan industri pengolahan.
Sementara jika dilihat dari pertambahan pekerja baru, sektor administrasi pemerintahan, pertanian serta akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang terbesar.
Di sisi lain, BPS mencatat ekonomi Lampung pada Triwulan II-2026 tetap tumbuh kuat sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year).
Capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera, di bawah Kepulauan Riau.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Lampung selama semester I-2026 mencapai 5,43 persen, dengan sektor perdagangan, industri pengolahan, serta pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.(tr)






