Bandar Lampung – Suasana khidmat menyelimuti prosesi pelantikan lima dekan baru di Universitas Muhammadiyah Lampung (UML). Rektor UML, Dr. Marzuki, M.M., secara resmi mengambil sumpah jabatan para dekan untuk masa bakti 2026–2030 dalam sebuah acara yang dihadiri jajaran Badan Pembina Harian (BPH), pimpinan universitas, hingga para pejabat struktural kampus.
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi, tetapi menjadi momentum penting bagi UML dalam memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mempercepat langkah menuju kampus yang unggul, Islami, dan berdaya saing.
Lima dekan yang resmi mengemban amanah baru tersebut adalah Setriani, M.Psi., Psikolog sebagai Dekan Fakultas Psikologi; Dr. Dalman, M.Pd. sebagai Dekan FKIP; Arizal Eka Putra, M.Pd.I. sebagai Dekan Fakultas Agama Islam; Dr. Sri Choiriyati, M.Kom.I. sebagai Dekan FISIP; serta Yenni Afrida, S.T., M.Pd.T., M.T. sebagai Dekan Fakultas Teknik.
Dalam sambutannya, Rektor Dr. Marzuki menegaskan bahwa jabatan dekan merupakan amanah strategis yang menuntut integritas, tanggung jawab, dan kemampuan berinovasi di tengah dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
“Ini bukan hanya seremonial pergantian jabatan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan UML. Kami berharap para dekan mampu menghadirkan gagasan baru, memperkuat sinergi, dan membawa perubahan nyata di fakultas masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut kepemimpinan yang adaptif, visioner, serta mampu memperkuat kualitas Tridharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris BPH UML, Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D., menegaskan bahwa kekuatan utama perguruan tinggi terletak pada kolaborasi seluruh unsur di dalamnya.
Menurutnya, para dekan harus mampu membangun komunikasi yang solid, memperkuat budaya kerja kolektif, serta mendorong inovasi yang berdampak bagi kemajuan institusi.
“UML harus terus bergerak menjadi perguruan tinggi yang unggul dan kompetitif. Itu hanya bisa dicapai melalui kepemimpinan yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil,” katanya.







